my project 1
Yang Penting Berita
KOLABORASI UNIK: SISWA XIF5 SMA 1 KUDU GABUNGKAN 4 MATA PELAJARAN DALAM 1 PROYEK
Rabu, 17 September 2025
SMAN 1 Kudus Syifa Carissa Arzeli, siswi kelas XI F-5 yang bertugas sebagai reporter sekolah, bersama kelompoknya mengajak warga sekolah melihat potret kebersihan lingkungan sekaligus mengaitkannya dengan berbagai mata pelajaran. Dalam kegiatan tersebut, setiap siswa mendapat kesempatan untuk menyampaikan materi sesuai pembagian tugasnya, sehingga presentasi berlangsung runtut dan saling melengkapi.
Dalam mata pelajaran Matematika, khususnya materi matriks, siswa belajar menyajikan data kebersihan antar kelas. Data tersebut menunjukkan jumlah sampah plastik dan kertas yang terkumpul dalam sehari. Dari perhitungan, kelas X menghasilkan enam sampah kertas, kelas XI menghasilkan tujuh sampah plastik, sementara kelas XII menghasilkan delapan sampah kertas. Reporter kemudian bertanya, “Bagaimana cara membaca perbandingan dari matriks ini?.Seorang siswa menjawab, “Untuk kolom pertama itu jenis sampah plastik, sedangkan kolom kedua untuk sampah kertas. Baris pertama menunjukkan kelas X, baris kedua kelas XI, dan baris ketiga kelas XII. Dari data ini, terlihat kelas X menghasilkan enam sampah kertas, kelas XI tujuh sampah plastik, dan kelas XII delapan sampah kertas.” Usai memaparkan mengenai perbandingan sampah plastik dan sampah kertas, presentasi berlanjut pada keterampilan berbahasa sebagai sarana komunikasi.
Dalam materi Bahasa Indonesia, reporter bertanya, “Bisakah kamu menunjukkan slogan atau kata-kata untuk mengajak warga sekolah menjaga kebersihan lingkungan? Seorang siswa pun menjawab, “Bersih sekolahku, nyaman hatiku. Sampah di tempatnya, belajar pun gembira. Dengan kata-kata kita bisa menyampaikan pesan kebersihan kepada semua warga sekolah.” Setelah menekankan pentingnya keterampilan berbahasa dalam menyampaikan ide melalui kata-kata, presentasi beralih pada aspek kesehatan jasmani yang mendukung aktivitas belajar.
Dalam materi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, seorang siswa menjelaskan, “Manfaat jalan cepat itu sebenarnya ada banyak. Kita bisa meningkatkan kerja jantung, memperbaiki suasana hati, dan itu bentuk rasa syukur karena kita diberi kesehatan untuk bisa berolahraga.” Tak ketinggalan, dari Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, siswa diajak untuk selalu bersyukur atas nikmat kesehatan dan kebersihan yang ada, serta menjadikannya sebagai landasan berperilaku baik di lingkungan sekolah.
Melalui pengaitan berbagai mata pelajaran tersebut, para siswa menegaskan bahwa kebersihan sekolah bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan hasil kerja sama bersama. Sekolah yang bersih akan menciptakan suasana belajar yang nyaman, sehat, dan penuh kebaikan.
Source: Alinshans/MyTinySTL